“ASIMH
Kemarin, seorang sahabat muda saya putus dari wanita yang selama ini dikejarnya dengan nafas yang hampir pedot.
Sahabat saya ini laki-laki sederhana yang polos dan lugu, maunya tidak macam-macam – kecuali wanita modern yang mendebarkan hatinya.
Laki-laki muda ini berasal dari sebuah dusun yang jauh dari Jakarta. Untuk sampai di rumah orang tuanya, dia harus naik kereta, ganti bis, ikut omprengan, naik delman, lari, berenang, dan kehilangan sepatu di lumpur rawa.
Konon, bertemulah dia dengan wanita yang suka ngupi-ngupi di mall dan selfie rame-rame dalam suasana yang bebas, happy, dan siapa pun yang bukan muhrim boleh nempel asal masuk di foto selfie.
Ibu Linna dan saya sudah mengingatkan, bahwa wanita itu tidak sesuai untuknya. Ibu Linna bahkan menganjurkan seorang sahabat wanita yang salih, yang tidak banyak bicara, rajin bekerja dan berwira-usaha, dan yang sebetulnya mengagumi sahabat laki-laki ini.
Tapi dia bilang, dengan yang salih itu dia tidak ada debaran.
Saya bilang, apa kamu tidak khawatir melihat wanita yang kamu cintai foto selfie dengan banyak laki-laki seperti itu?
Dia bilang, dasar anak kampung yang polos, bahwa wanita itu rame-rame nempel melet-melet tongisan itu bukan hanya dengan laki-laki.
??????
Terus Ibu Linna, bilang:
Jadi kalau dia suatu ketika selingkuh, you bilang dia itu selingkuh bukan hanya dengan laki-laki?
Kami tertawa terbahak-bahak, sampai saya harus mengingatkan driver kami untuk hati-hati lihat jalan, karena dia ikut-ikut tertawa.
Setelah banyak juta uangnya habis untuk mengejar wanita itu, setelah mengabaikan banyak nasihat dari semua sahabat yang lain, setelah puluhan kali curhat dengan banyak orang – mulai tukang ketoprak sampai ke driver kami yang satu lagi – sambil menemaninya menggosok batu akik – akhirnya wanita itu meninggalkannya.
Sekarang dia sedih, curhat lagi, tapi kepada orang-orang yang sudah tidak nganggep dia lagi – dan hanya tersenyum dalam hati, mungkin sambil nyukurin karena dia mengabaikan nasihat banyak orang.
Ini masalah mabuk cinta, atau kurangnya kecerdasan ya?
Hmm … saya sudah sering menyaksikan anak muda – laki-laki atau perempuan – yang menua sia-sia karena tidak mau menggunakan kecerdasannya untuk berpikir logis dalam menemukan calon belahan jiwanya.
Janganlah kita mengabaikan pribadi yang sederhana dan baik, karena kita pikir orang yang bling-bling, cettarrr dan non-muhrim-is-OK itu lebih baik.
Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya.
Mario Teguh – Loving you all as always
Disclaimer:
Cerita ini tidak menunjuk kepada orang tertentu, yang masih hidup atau sudah almarhum.
ASIMH = Awas Status Ini Mengandung Humor”
- Mario Teguh
Home » Kata Mutiara »
Mario Teguh »
Mutiara Bijak
» "ASIMH Kemarin, seorang sahabat muda saya putus dari wanita yang selama ini dikejarnya dengan nafas..."
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 Response to ""ASIMH Kemarin, seorang sahabat muda saya putus dari wanita yang selama ini dikejarnya dengan nafas...""
Posting Komentar